Revolusi Bayi Tabung (IVF)

IVF singkatan dari In Vitro Fertilization yang merupakan teknik bayi tabung yang telah dikembangkan selama 30 tahun yang lalu untuk membantu kehamilan bagi para wanita yang saluran tuba falopinya rusak.

Bagaimana Cara Kerja IVF?

Perawatan IVF dimulai dari terapi hormon untuk merangsang perkembangan folikel dalam ovarium. Folikel-folikel ini dikumpulkan sebagai sel telur yang akan dibuahi dalam sebuah tabung (in vitro) yang akan menghasilkan beberapa embrio. Setelah 2 sampai 5 hari di dalam incubator, satu atau dua embrio akan ditransfer ke rahim melalui vagina untuk diimplantasi dan proses kehamilan pun di mulai. Bagaimanapun IVF merupakan proses pembuahan alami, di mana tidak semua embrio implan berhasil menjadi sebuah kehamilan. Beberapa embrio yang dihasilkan dibekukan untuk menjaga kemungkinan percobaan pertama gagal sehingga dapat dilanjutkan dengan percobaan kedua. Pembekuan embrio menjadi bagian yang penting di setiap program IVF.

diagram IVF ICSI

Efek Samping IVF

Efek samping IVF yang paling umum dilaporkan adalah kehamilan ganda. Ada juga beberapa wanita (1-2%) yang mempunyai reaksi berlebih terhadap obat hormon yang digunakan untuk merangsang ovarium. Tetapi USG dan pemantauan terhadap hormon selama tahap ini biasanya menjamin bahwa reaksi yang berlebih dapat diramalkan dan resiko dapat dihindari. Pengumpulan sel telur dapat menjadi tidak nyaman dan sering digunakan anestesi lokal (bius lokal).

Tingkat Keberhasilan IVF

Tingkat keberhasilan IVF terhadap pasien yang di bawah usia 35 adalah sekitar 50% per siklus, sedangkan untuk pasien yang berusia 35 atau lebih, tingkat keberhasilannya pun menurun.

Revolusi IVF

Anecova Anevivo

Revolusi IVF memberikan sinyal bahwa era bayi tabung sudah berakhir dan memungkinkan pembuahan terjadi di dalam tubuh wanita. Ada 3 poin penting yang dikutip oleh Jo Macfarlane:

  • Perkembangan berarti tahap pertama yang penting dari perkembangan embrio dapat berlangsung di rahim secara alami daripada di laboratorium
  • Proses mutakhir yang melibatkan pemasukan alat yang lebih kecil dari batang korek api yang mengandung campuran sel telur dan sperma ke dalam tubuh wanita
  • Para ahli mengatakan kondisi ini memberikan keterlibatan biologis yang lebih besar dalam membuat anak-anak mereka terhadap perempuan.

Sebuah terobosan IVF yang dapat menandakan akhir dari “bayi tabung” dengan memungkinkan pembuahan terjadi di dalam tubuh wanita untuk pertama kalinya. Perkembangannya akan ditawarkan dalam beberapa minggu untuk pasangan dari Inggris yang mengalami kesulitan kehamilan, yang artinya tahap pertama yang penting dari perkembangan embrio yang terjadi di rahim secara alami daripada di laboratorium – seperti halnya konsepsi normal.

Proses mutakhir melibatkan pemasukan alat yang ukurannya lebih kecil dari satu batang korek api yang berisikan campuran sel telur dan sperma ke dalam tubuh wanita. Alat ini dibuang setelah 24 jam untuk memungkinkan dokter menilai embrio mana yang dihasilkan cukup sehat untuk ditanamkan dengan harapan mencapai kehamilan yang sukses.

Para ahli kesuburan mengatakan bahwa alat ini menawarkan manfaat psikologis yang penting untuk wanita karena memberikan keterlibatan biologis yang lebih besar di dalam pembuatan anak-anak mereka. Dokter juga percaya bahwa dapat meningkatkan tingkat keberhasilan IVF dan kesehatan anak-anak pada jangka panjang. Teknik ini telah berhasil digunakan di beberapa klinik di Eropa yang secara resmi disetujui oleh peraturan kesuburan, HFEA (the Human Fertilisation and Embryology Authority) pada bulan September.

Alat ini akan tersedia pada klinik Complete Fertility, yang berbasis di universitas rumah sakit Southampton NHS Foundation Trust. Biaya Standar IVF ini berkisar di antara  £ 3,800. Direktur klinik Nicholas Macklon, professor kebidanan dan ginekologi di Universitas Southampton mengatakan :

“Keuntungan terdapat pada embrio awal yang berada di lingkungan kimia alami yang sama dengan kehamilan spontan. Kita tahu bayi IVF sedikit berbeda – lahir dengan berat lebih ringan. Meskipun tidak signifikan untuk awal bertahan hidup, kita tahu bahwa itu terkait dengan kesehatan jangka panjang. Ada peningkatan bukti yang harus dilakukan dengan kultur media yang kita gunakan di laboratorium – maka jika kita dapat menjaga embrio selama mungkin dalam rahim, kita tidak hanya mengekpos emberio terhadap kebaikan yang hanya dapat diberikan oleh seorang ibu, tetapi juga dapat menyelamatkan mereka dari lingkungan sintetik terhadap tahap perkembangan awal yang sanagat sensitif.”

Selama IVF, sel telur akan dilepaskan dari indung telur wanita dan dibuahi dengan sperma di laboratorium. Embrio yang dibuahi akan dikembalikan ke dalam rahim wanita setelah enam hari untuk tumbuh dan berkembang.

IVF melibatkan enam tahap utama: Pertama, siklus menstruasi ditekan dengan obat, obat yang lain digunakan untuk mendorong ovarium untuk menghasilkan lebih banyak sel telur dari biasanya. USG memeriksa perkembangan sel telur dan pengobatan lebih lanjut untuk membantu sel telur menjadi matang. Untuk ‘memanen’ sel telur, sebuah jarum dimasukkan ke dalam indung telur melalui vagina. Secara tradisional, sel telur kemudian dicampur dengan sperma di dalam tabung ‘in vitro’ selama beberapa hari di sebuah piring lab untuk memungkinkan terjadi pembuahan sebelum satu atau dua sel telur ditempatkan di dalam rahim. Proses yang baru melibatkan pencampuran sel sperma dan sel telur terjadi di alat Anecova Anevivo yang ukurannya sekitar 1cm panjang dan 1mm lebar. Alat ini dimasukkan tanpa rasa sakit dan tanpa obat bius. Pasangan dapat pulang ke rumah sementara pembuahan sedang terjadi.

Salah satu pasien pertama yang mengguanakan alat ini di Eropa, Leila Rampio (39 tahun), mengatakan dia frustasi harus meninggalkan embrio dia di laboratorium. Jika IVF standar gagal, dia setuju untuk mencoba alat Anecova di Clinique des Grangettes di Geneva. Dia melahirkan anak bernama Yasmine pada tahun 2010. Dia berkata “saya secara naluriah tahu ini merupakan solusi yang tepat. Sebagai seorang ibu, pulang bersama dengan embrio memungkinkan saya untuk berperan aktif pada saat awal yang penting. Ketika kami pulang ke rumah, suami saya meletakkan tangannya ke perut saya dan mengatakan “kali ini kita tidak di laboratorium – mereka di dalam kamu. Ini merupakan perasaan yang indah dan kami sangat senang akhirnya memiliki seorang bayi”.

HFEA disetujui pada pertemuan bulan lalu dan tidak ada bukti bahwa teknik itu tidak aman. Bagaimanapun, diperingatkan bahwa tidak ada bukti sejauh ini yang membuktikan teknik ini lebih efektif daripada standar IVF dan mungkin menambahkan biaya yang tidak perlu kepada pasien.

Sumber:

http://www.londonwomensclinic.com/london/ivf
http://www.dailymail.co.uk/health/article-3337605/IVF-revolution-signals-end-test-tube-baby-era-allowing-fertilisation-occur-inside-woman-s-body.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *